Di Citi, kita melakukan aktivitas DSFT secara global di seluruh perusahaan, termasuk Pasar, Layanan, dan Kekayaan. Namun demikian, mayoritas aktivitas DSFT terjadi di Pasar & Layanan – terutama bagian Keuangan, bisnis Peminjaman/Pemberian Pinjaman Sekuritas, Keuangan Utama/Kepialangan Utama, dan area Perbendaharaan.
Untuk melanjutkan, pilih setiap pelaku pasar untuk mempelajari lebih lanjut.
Pelaku Pasar yang Mencari Pembiayaan
Pelaku pasar yang mencari pembiayaan meliputi:
Pelaku Pasar yang Menyediakan Pembiayaan
Pelaku pasar yang menyediakan pembiayaan meliputi:
Setelah Anda memahami jenis produk yang dianggap DSFT, mari kita soroti risiko utamanya.
Di Citi, portolio DSFT sangat luas dan beragam, sebanding dengan portofolio Buku Perbankan Citi. Aktivitas ini dilakukan di seluruh wilayah, termasuk grup Nasabah Institusional Citi, Bank Swasta, Bank Konsumen, dan berbagai badan hukum.
Ukuran dan luasnya portofolio ini dapat menimbulkan risiko bagi Citi, terutama dalam mempertahankan sumber pendanaan dan kemampuan untuk segera memonetisasi agunan pada kondisi stres.
Untuk melanjutkan, pilih setiap risiko untuk mempelajari lebih lanjut.
Mayoritas aktivitas DSFT didanai di pasar melalui repo dan, jika Citi memiliki hak hukum untuk melakukannya, melalui hak tanggungan ulang instrumen keuangan yang diterima sebagai agunan atau disimpan sebagai lindung nilai risiko pasar.
Risiko:
Ketidakmampuan untuk mempertahankan pembiayaan pihak ketiga dapat mengharuskan Citi untuk mengganti pendanaan melalui sumber alternatif. Mengingat besarnya portofolio ini, kehilangan akses ke sumber pendanaan tersebut merupakan risiko utama bagi Citi.
lanjut ke tombol selanjutnya
Perluasan kredit ini dijamin dengan agunan. Wanprestasi rekanan yang bersifat idiosinkratik dan kegagalan pasar sistemik dapat membuat Citi menghadapi risiko memegang agunan yang tidak likuid dan/atau terkonsentrasi. Di yurisdiksi tertentu, lanskap hukum dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengambil alih agunan.
Risiko:
Wanprestasi rekanan yang bersifat idiosinkratik, depresiasi nilai agunan, dan kegagalan pasar sistemik dapat memaparkan Citi terhadap risiko memegang agunan yang tidak likuid dan/atau terkonsentrasi. Di yurisdiksi tertentu, lanskap hukum dapat menghambat kemampuan kita untuk mengambil alih agunan secara tepat waktu. Peristiwa tersebut dapat menimbulkan tantangan terhadap profil risiko dan pendanaan Citi, terutama dalam kondisi pasar yang stres.
Risiko wrong–way timbul ketika paparan terhadap rekanan tertentu memiliki hubungan positif dengan kemungkinan wanprestasi rekanan tersebut.
Untuk melanjutkan, pilih setiap risiko untuk mempelajari lebih lanjut.
Risiko Wrong-Way Khusus (Specific Wrong-Way Risk/SWWR) merujuk pada risiko wrong-way yang timbul saat rekanan dan penerbit agunan yang mendukung transaksi, atau rekanan dan aset referensi transaksi, merupakan entitas yang sama atau memiliki hubungan kepemilikan ekuitas >25%.
lanjut ke tombol selanjutnya
Risiko Wrong-Way Umum (General Wrong-Way Risk/GWWR) timbul ketika kemungkinan wanprestasi rekanan memiliki hubungan positif dengan faktor risiko pasar umum (misalnya, sektor industri yang sama, negara yang sama, paparan terhadap komoditas yang sama).
Untuk melanjutkan, pilih setiap grup tata kelola untuk mempelajari lebih lanjut.
Grup Kerja LRM dibentuk untuk menyusun draf dan mengembangkan pohon keputusan LRM. Grup ini terdiri atas pemangku kepentingan utama dari bagian Keuangan (Perencanaan Modal), FICC, & Risiko Pasar, serta Bisnis.
lanjut ke tombol selanjutnya
Dewan Pengawasan Likuiditas (Liquidity Oversight Council/LOC) LRM bertanggung jawab untuk secara resmi menyetujui Pohon Keputusan LRM.
lanjut ke tombol selanjutnya
Semua pohon keputusan LRM yang dikembangkan oleh Grup Kerja LRM tunduk pada validasi model berdasarkan model Risk Management Policy.
lanjut ke tombol selanjutnya
LRM-LOC terdiri atas pemangku kepentingan utama. Grup ini dibentuk untuk menegaskan pendekatan untuk penetapan LRM dan MPOR serta bertanggung jawab terhadap pemantauan berkelanjutan atas kesesuaian berbagai ambang batas dan metrik yang berkaitan dengan kerangka LRM.
LRM-LOC meninjau pohon keputusan setidaknya setiap tahun dan meneruskan setiap urusan yang memerlukan kesadaran, perhatian, dan/atau keputusan senior sehubungan dengan kerangka LRM kepada grup Pengawasan DSFT.
Penggolongan ini menentukan serangkaian pengendalian bisnis standar, yang dilengkapi dengan pengendalian tambahan pada tingkat produk dan tingkat agregat di seluruh perusahaan.
Proses atestasi per kuartal diterapkan guna memastikan pengendalian ini diimplementasikan dan diterapkan secara komprehensif pada aktivitas DSFT yang dilakukan dalam bisnis.
Untuk melanjutkan, pilih setiap faktor kendali untuk mempelajari lebih lanjut tanggung jawab Lini Pertahanan Pertama.
Tanggung jawab Lini Pertahanan Pertama adalah:
lanjut ke tombol selanjutnya
Lini Pertahanan Pertama bertanggung jawab untuk mengidentifikasi aktivitas DSFT baru dan melaporkannya kepada Grup Pengawasan DSFT. Proses New Activity Policy dan Aktivitas Baru Grup (Group New Activity/GNAC) meliputi penilaian yang menentukan apakah aktivitas baru tersebut memenuhi definisi DSFT.
Setiap pertanyaan tentang interpretasi definisi DSFT harus dilayangkan kepada grup Interpretatif DSFT (DSFT Interpretive Group/DIG). DIG bertugas untuk menyediakan peninjauan dan interpretasi PAC ketika terdapat ambiguitas tentang apakah aktivitas dianggap sebagai DSFT.
Setiap individu yang ditetapkan sebagai Pemimpin Risiko DSFT memiliki tanggung jawab penting untuk bekerja sama dengan DIG seputar interpretasi.
Perbendaharaan secara aktif memantau dan mengendalikan risiko ini dengan:
Untuk melanjutkan, pilih setiap faktor kendali untuk mempelajari lebih lanjut.
Menciptakan Kerangka Risiko
Menciptakan kerangka risiko untuk mengukur, membuat model, dan memantau risiko DSFT, serta penanggulangan yang ada
Mengalibrasi Selera Risiko
Mengalibrasi selera risiko Citi untuk aktivitas DSFT
Mengevaluasi Kemungkinan Aktivitas Baru
Mengevaluasi risiko dalam kemungkinan aktivitas bisnis DSFT baru
Menanggulangi dan Meremediasi Pengecualian
Menanggulangi dan meremediasi pengecualian terhadap selera risiko, dengan mitra dalam Risiko Likuiditas dan Bisnis
Manajemen Risiko CPB memiliki kerangka ekstensif dan komprehensif untuk mengelola risiko kredit yang timbul dari ekstensi kredit ke nasabah CPB DSFT di bawah program produk Pinjaman Margin (Margin Lending/ML) dan Pasar Modal Global (Global Capital Markets/GCM). Kerangka ini dikelola oleh Program Produk Citi Private Bank Credit Policy.
Untuk melanjutkan, pilih setiap program untuk mempelajari lebih lanjut.
Program produk tunduk pada batas. Haircut agunan (1 – nilai yang dapat dipinjamkan) disetujui berdasarkan kerentanan, likuiditas, peringkat kredit, dan risiko negara. Haircut ini sejalan dengan atau lebih konservatif dibandingkan supervisory haircut. Setiap pengecualian memerlukan persetujuan risiko independen.
lanjut ke tombol selanjutnya
CPB tidak menggadaikan kembali agunan yang diterima. Pendanaan diperoleh melalui Perbendaharaan Citi.
lanjut ke tombol selanjutnya
CPB memantau aktivitas DSFT (ML & GCM) melalui cara, antara lain, peninjauan portofolio, laporan konsentrasi, laporan uji stres CCAR, uji stres produk CitiRisk, laporan margin call, dan margin shortfall.
Risiko agunan didefinisikan sebagai risiko konsentrasi dan kerugian yang timbul dari penurunan nilai atau ketidakmampuan untuk melikuidasi agunan yang diamankan atau disebutkan dalam transaksi DSFT secara tepat waktu.
Ketidakmampuan atau penundaan dalam melikuidasi agunan setelah terjadinya wanprestasi transaksi DSFT dapat menyebabkan kemungkinan paparan terhadap penerbit agunan dalam bentuk kepemilikan pengamanan agunan jika peminjam juga mengalami wanprestasi dan tidak dapat memenuhi kewajibannya.
Untuk melanjutkan, pilih setiap kategori risiko untuk mempelajari lebih lanjut.
Global Collateral Management Policy menetapkan kerangka untuk manajemen agunan, termasuk DSFT, yang mempertimbangkan:
Grup Penasihat Agunan (Collateral Advisory Group/CAG) memiliki proses peninjauan triwulanan saat perusahaan tersebut mendistribusikan paket pelaporan agunan yang luas ke manajemen senior dan mengadakan pertemuan untuk peninjauannya, dengan pandangan untuk memberikan panduan dan arahan strategis bagi manajemen agunan dan mengawasi pelaksanaannya.
lanjut ke tombol selanjutnya
Paparan agunan kontingensi adalah potensi jumlah agunan yang diperlukan Citi untuk melikuidasi jika peminjam wanprestasi. Paparan agunan dibebankan oleh probabilitas wanprestasi peminjam. Hal ini tercatat dalam Batas Citi Khusus Perusahaan (Company Specific Citi Limit/CSCL) yang mengukur dan mengendalikan paparan di seluruh Citi terhadap satu hubungan berdasarkan kerangka Konsentrasi Nama Tunggal.
Konsentrasi nama tunggal dipantau dan dikelola oleh Grup Manajemen Portofolio (Portfolio Management Group/PMG).
Risiko pasar didefinisikan secara luas sebagai risiko kerugian yang timbul dari perubahan dalam faktor pasar saat satu pihak memiliki paparan langsung.
Risiko likuidasi pasar didefinisikan sebagai risiko kerugian yang timbul dari ketidakmampuan untuk menutup posisi atau paparan risiko pasar dengan mudah tanpa secara signifikan memengaruhi harga aset tersebut, sehingga mengakibatkan paparan pasar tanpa lindung nilai yang dapat menyebabkan kerugian yang diakibatkan fluktuasi pasar.
Risiko telah mengembangkan, memperbarui, dan menerapkan kerangka manajemen risiko yang ditingkatkan untuk mengelola aktivitas DSFT. Kerangka Batas Risiko Pasar meliputi:
Untuk melanjutkan, pilih setiap komponen kerangka untuk mempelajari lebih lanjut.
Proses Persetujuan Praperdagangan LCI yang Ditingkatkan
Praperdagangan Besar, Kompleks, atau Tidak Likuid (Large, Complex, Illiquid/LCI)
Dasbor Likuidasi Pasar
Risiko pasar dan kredit
Pelaporan Risiko Pasar yang Ditingkatkan
Manajer risiko pasar memantau MTM Right Desk yang ditingkatkan dan laporan Risiko Penerbit untuk menyoroti DSFT
Tim Hukum Citi meninjau perjanjian hukum terkait aktivitas DSFT untuk menentukan apakah persyaratan Dasar yang Kuat (Well-Founded Basis/WFB) terpenuhi. Tim hukum WFB meninjau proses termasuk menganalisis keberlakuan perjanjian, penyediaan close out netting, adanya risiko penundaan karena kebangkrutan rekanan, serta klausul penarikan diri.
Untuk melanjutkan, pilih setiap persyaratan WFB untuk mempelajari lebih lanjut.
Kerangka guna menentukan WFB untuk perjanjian tertentu memberikan standar dan proses yang konsisten untuk memenuhi WFB Standard.
lanjut ke tombol selanjutnya
Daftar periksa WFB untuk perjanjian DSFT harus merefleksikan analisis WFB.
lanjut ke tombol selanjutnya
Kemampuan pelaporan dalam sistem Pusat Perjanjian Induk (Master Agreement Central/MAC) yang mencatat data dari daftar periksa untuk digunakan dalam pelaporan risiko yang ditingkatkan.
Mari mempelajari proses WFB lebih dalam.
Untuk melanjutkan, pilih setiap komponen proses untuk mempelajari lebih lanjut.
Well-Founded Basis Standard atau WFB Standard adalah standar hukum yang didasarkan pada persyaratan yang ditetapkan pada aturan modal regulasi Basel III yang dirancang untuk memastikan risiko yang terkait dengan hak netting Citi dan haknya sebagai kreditor yang dijamin sehubungan dengan Perjanjian yang Tercakup (kontrak derivatif, perjanjian pembelian ulang, perjanjian penjualan kembali, transaksi peminjaman sekuritas, transaksi pinjaman sekuritas, dan perjanjian pinjaman margin, baik didokumentasikan berdasarkan dokumentasi standar industri maupun sebaliknya, termasuk setiap perjanjian agunan atau sekuritas terkait yang diunggah ke MAC. serta Perjanjian apa pun di luar MAC yang diidentifikasi secara Hukum oleh Forum Identifikasi DSFT) dapat terbukti tidak efektif dalam situasi tertentu, termasuk setelah rekanan menjadi subjek kepailitan, insolvensi, likuidasi, atau proses serupa.
WFB Standard dipengaruhi oleh dan didasarkan pada:
lanjut ke tombol selanjutnya
Kerangka dan daftar periksa WFB berlaku untuk Perjanjian yang Tercakup, saat Citi mencari:
Dalam situasi seperti ini, proses apa yang harus dilakukan?
Risiko yang tertanam dalam dan didorong oleh transaksi DSFT dicatat melalui kerangka manajemen risiko likuiditas Citi, yang meliputi:
Liquidity Risk Management Policy
Selera risiko
Analisis konsentrasi
Skenario dan metrik uji stress likuiditas internal (Internal Liquidity Stress Test/ILST)
Untuk setiap lini bisnis utama yang ada dalam cakupan untuk aktivitas DSFT, pendekatan khusus dikembangkan untuk menghitung proses saat ini guna mengidentifikasi peristiwa risiko operasional. Sebagaimana yang diperkiraan, Pasar & Layanan mengalami jumlah terbesar peristiwa risiko operasional terkait DSFT.
Untuk melanjutkan, pilih setiap pendekatan pelaporan untuk mempelajari lebih lanjut.
Identifikasi DSFT bergantung pada orang yang memasukkan peristiwa untuk mengklasifikasikannya dengan benar sebagai DSFT. Orang tersebut dapat memanfaatkan SME intra-bisnis (misalnya Manajer Bisnis, Pedagang, Risiko dan Pengendalian Intra-Bisnis), atau mereka dapat memanfaatkan kuesioner DSFT yang digunakan area produk untuk menilai keberlakuan DSFT terhadap Aktivitas Produk Baru.
lanjut ke tombol selanjutnya
Proses Bank Swasta memanfaatkan tim manajemen Risiko Intra-Bisnis untuk pembiayaan investasi dan produk investasi guna memberi tahu orang yang memasukkan jika suatu peristiwa adalah DSFT.
lanjut ke tombol selanjutnya
Identifikasi DSFT memanfaatkan daftar periksa terperinci berdasarkan jenis peristiwa (penetapan Basel) dan rujukan peristiwa pada SME DSFT.
Manakah grup atau forum yang menentukan apakah transaksi merupakan DSFT?
Pilih jawaban terbaik dari keempat opsi, lalu pilih Kirim.
Gunakanlah tombol Spasi hanya saat memilih opsi radio dengan keyboard. Tombol Enter tidak didukung sepenuhnya. Apabila tombol Enter telah digunakan untuk memilih opsi radio, gunakanlah tombol Escape. Kemudian Anda akan dapat menggunakan tombol Spasi lagi untuk memilih opsi radio.
Grup Interpretatif DSFT memutuskan apakah suatu transaksi harus dianggap DSFT.
Grup Interpretatif DSFT memutuskan apakah suatu transaksi harus dianggap DSFT.
Grup Interpretatif DSFT memutuskan apakah suatu transaksi harus dianggap DSFT.
Jawaban tersebut benar.
Grup Interpretatif DSFT memutuskan apakah suatu transaksi harus dianggap DSFT.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Apa itu DSFT?.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Apa itu DSFT?.
Manakah dari produk berikut yang dianggap DSFT?
Pilih jawaban terbaik dari ketiga opsi, lalu pilih Kirim.
Gunakanlah tombol Spasi hanya saat memilih opsi radio dengan keyboard. Tombol Enter tidak didukung sepenuhnya. Apabila tombol Enter telah digunakan untuk memilih opsi radio, gunakanlah tombol Escape. Kemudian Anda akan dapat menggunakan tombol Spasi lagi untuk memilih opsi radio.
Reverse Repo dan Total Return Swap adalah contoh dari DSFT.
Reverse Repo dan Total Return Swap adalah contoh dari DSFT.
Reverse Repo dan Total Return Swap adalah contoh dari DSFT.
Jawaban tersebut benar.
Reverse Repo dan Total Return Swap adalah contoh dari DSFT.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Apa itu DSFT?.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Apa itu DSFT?.
Risiko DSFT utama yang paling penting meliputi:
Pilih jawaban terbaik dari keempat opsi, lalu pilih Kirim.
Gunakanlah tombol Spasi hanya saat memilih opsi radio dengan keyboard. Tombol Enter tidak didukung sepenuhnya. Apabila tombol Enter telah digunakan untuk memilih opsi radio, gunakanlah tombol Escape. Kemudian Anda akan dapat menggunakan tombol Spasi lagi untuk memilih opsi radio.
Mempertahankan sumber pendanaan dan kemampuan untuk segera memonetisasi agunan pada kondisi stres adalah risiko DSFT yang paling penting.
Mempertahankan sumber pendanaan dan kemampuan untuk segera memonetisasi agunan pada kondisi stres adalah risiko DSFT yang paling penting.
Mempertahankan sumber pendanaan dan kemampuan untuk segera memonetisasi agunan pada kondisi stres adalah risiko DSFT yang paling penting.
Jawaban tersebut benar.
Mempertahankan sumber pendanaan dan kemampuan untuk segera memonetisasi agunan pada kondisi stres adalah risiko DSFT yang paling penting.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Apa itu DSFT?.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Apa itu DSFT?.
Berapa banyak Lini Pertahanan yang dimiliki Citi?
Pilih jawaban terbaik dari keempat opsi, lalu pilih Kirim.
Gunakanlah tombol Spasi hanya saat memilih opsi radio dengan keyboard. Tombol Enter tidak didukung sepenuhnya. Apabila tombol Enter telah digunakan untuk memilih opsi radio, gunakanlah tombol Escape. Kemudian Anda akan dapat menggunakan tombol Spasi lagi untuk memilih opsi radio.
Ada tiga Lini Pertahanan, bisnis, manajemen risiko perusahaan, dan audit internal Citi.
Ada tiga Lini Pertahanan, bisnis, manajemen risiko perusahaan, dan audit internal Citi.
Ada tiga Lini Pertahanan, bisnis, manajemen risiko perusahaan, dan audit internal Citi.
Jawaban tersebut benar.
Ada tiga Lini Pertahanan, bisnis, manajemen risiko perusahaan, dan audit internal Citi.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Kerangka DSFT.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Kerangka DSFT.
Manakah forum manajemen senior untuk pengawasan tata kelola dan tantangan aktivitas DSFT, termasuk meninjau profil risiko aktivitas DSFT, yang mendiskusikan masalah risiko terkait di seluruh Citi mengenai DSFT, dan memastikan keputusan strategis DSFT Citi konsisten dengan selera risiko yang ditetapkan?
Pilih jawaban terbaik dari keempat opsi, lalu pilih Kirim.
Gunakanlah tombol Spasi hanya saat memilih opsi radio dengan keyboard. Tombol Enter tidak didukung sepenuhnya. Apabila tombol Enter telah digunakan untuk memilih opsi radio, gunakanlah tombol Escape. Kemudian Anda akan dapat menggunakan tombol Spasi lagi untuk memilih opsi radio.
Grup Pengawasan DSFT menantang aktivitas DSFT dan memastikan keputusan strategis DSFT Citi konsisten dengan selera risiko yang ditetapkan.
Grup Pengawasan DSFT menantang aktivitas DSFT dan memastikan keputusan strategis DSFT Citi konsisten dengan selera risiko yang ditetapkan.
Grup Pengawasan DSFT menantang aktivitas DSFT dan memastikan keputusan strategis DSFT Citi konsisten dengan selera risiko yang ditetapkan.
Jawaban tersebut benar.
Grup Pengawasan DSFT menantang aktivitas DSFT dan memastikan keputusan strategis DSFT Citi konsisten dengan selera risiko yang ditetapkan.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Kerangka DSFT.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Kerangka DSFT.
Batasan yang telah ditetapkan Citi untuk membatasi DSFT termasuk Batasan dan Pemicu Tindakan Manajemen (Management Action Triggers/MAT) untuk entitas mana?
Pilih jawaban terbaik dari kelima opsi, lalu pilih Kirim.
Gunakanlah tombol Spasi hanya saat memilih opsi radio dengan keyboard. Tombol Enter tidak didukung sepenuhnya. Apabila tombol Enter telah digunakan untuk memilih opsi radio, gunakanlah tombol Escape. Kemudian Anda akan dapat menggunakan tombol Spasi lagi untuk memilih opsi radio.
Semua ini adalah batasan yang membatasi DSFT Citi.
Semua ini adalah batasan yang membatasi DSFT Citi.
Semua ini adalah batasan yang membatasi DSFT Citi.
Jawaban tersebut benar.
Semua ini adalah batasan yang membatasi DSFT Citi.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Kerangka DSFT.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Kerangka DSFT.
Manakah di antara berikut ini yang kriterianya TIDAK dikembangkan oleh Kerangka LRM dalam bentuk pohon keputusan?
Pilih jawaban terbaik dari keempat opsi, lalu pilih Kirim.
Gunakanlah tombol Spasi hanya saat memilih opsi radio dengan keyboard. Tombol Enter tidak didukung sepenuhnya. Apabila tombol Enter telah digunakan untuk memilih opsi radio, gunakanlah tombol Escape. Kemudian Anda akan dapat menggunakan tombol Spasi lagi untuk memilih opsi radio.
Pohon keputusan membantu menentukan apakah sekuritas dan aset referensi yang disimpan sebagai agunan dapat dianggap LRM. Ini juga menetapkan MPOR yang sesuai.
Pohon keputusan membantu menentukan apakah sekuritas dan aset referensi yang disimpan sebagai agunan dapat dianggap LRM. Ini juga menetapkan MPOR yang sesuai.
Pohon keputusan membantu menentukan apakah sekuritas dan aset referensi yang disimpan sebagai agunan dapat dianggap LRM. Ini juga menetapkan MPOR yang sesuai.
Jawaban tersebut benar.
Pohon keputusan membantu menentukan apakah sekuritas dan aset referensi yang disimpan sebagai agunan dapat dianggap LRM. Ini juga menetapkan MPOR yang sesuai.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Kerangka DSFT.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Kerangka DSFT.
LoD ke-1 menggunakan matriks untuk mengategorikan bisnis yang melakukan transaksi DSFT menjadi:
Pilih jawaban terbaik dari keempat opsi, lalu pilih Kirim.
Gunakanlah tombol Spasi hanya saat memilih opsi radio dengan keyboard. Tombol Enter tidak didukung sepenuhnya. Apabila tombol Enter telah digunakan untuk memilih opsi radio, gunakanlah tombol Escape. Kemudian Anda akan dapat menggunakan tombol Spasi lagi untuk memilih opsi radio.
Ada empat kategori tingkat bisnis.
Ada empat kategori tingkat bisnis.
Ada empat kategori tingkat bisnis.
Jawaban tersebut benar.
Ada empat kategori tingkat bisnis.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Mengelola Risiko DSFT – Lini Pertahanan Pertama.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Mengelola Risiko DSFT – Lini Pertahanan Pertama.
Apa tanggung jawab bisnis dalam Lini Pertahanan Pertama?
Pilih jawaban terbaik dari kelima opsi, lalu pilih Kirim.
Gunakanlah tombol Spasi hanya saat memilih opsi radio dengan keyboard. Tombol Enter tidak didukung sepenuhnya. Apabila tombol Enter telah digunakan untuk memilih opsi radio, gunakanlah tombol Escape. Kemudian Anda akan dapat menggunakan tombol Spasi lagi untuk memilih opsi radio.
Semua jawaban benar.
Semua jawaban benar.
Semua jawaban benar.
Jawaban tersebut benar.
Semua jawaban benar.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Mengelola Risiko DSFT – Lini Pertahanan Pertama.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Mengelola Risiko DSFT – Lini Pertahanan Pertama.
Lini Pertahanan Kedua termasuk Risiko Kredit, Risiko Agunan, Risiko Pasar, Risiko Likuidasi Pasar, Risiko Hukum, Risiko Likuiditas Pendanaan, dan ___________________________________.
Pilih jawaban terbaik dari keempat opsi, lalu pilih Kirim.
Gunakanlah tombol Spasi hanya saat memilih opsi radio dengan keyboard. Tombol Enter tidak didukung sepenuhnya. Apabila tombol Enter telah digunakan untuk memilih opsi radio, gunakanlah tombol Escape. Kemudian Anda akan dapat menggunakan tombol Spasi lagi untuk memilih opsi radio.
Hanya Risiko Operasional yang ada di Lini Pertahanan Kedua. Risiko ini didefinisikan sebagai risiko kerugian yang diakibatkan oleh proses, karyawan, atau sistem internal yang gagal atau tidak memadai, atau akibat peristiwa eksternal.
Hanya Risiko Operasional yang ada di Lini Pertahanan Kedua. Risiko ini didefinisikan sebagai risiko kerugian yang diakibatkan oleh proses, karyawan, atau sistem internal yang gagal atau tidak memadai, atau akibat peristiwa eksternal.
Hanya Risiko Operasional yang ada di Lini Pertahanan Kedua. Risiko ini didefinisikan sebagai risiko kerugian yang diakibatkan oleh proses, karyawan, atau sistem internal yang gagal atau tidak memadai, atau akibat peristiwa eksternal.
Jawaban tersebut benar.
Hanya Risiko Operasional yang ada di Lini Pertahanan Kedua. Risiko ini didefinisikan sebagai risiko kerugian yang diakibatkan oleh proses, karyawan, atau sistem internal yang gagal atau tidak memadai, atau akibat peristiwa eksternal.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Mengelola Risiko DSFT – Lini Pertahanan Kedua.
Jawaban tersebut salah.
Baca bagian Mengelola Risiko DSFT – Lini Pertahanan Kedua.
lanjut ke tombol tutup menu
lanjut ke tombol tutup
