0%
 

Pemikiran Analitis

Apabila Anda mengakses pelajaran ini dari perangkat pribadi langsung melalui Internet (di luar jaringan Citi), beberapa tautan mungkin tidak dapat dibuka jika tautan tersebut berhubungan dengan konten dalam jaringan Citi. Hal ini tidak akan memengaruhi kemampuan Anda untuk menyelesaikan pelajaran.

Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan mata ajaran ini, Anda akan mampu:

  • Mengidentifikasi komponen penting pemikiran analitis.
  • Mempelajari kerangka untuk menangani pekerjaan dengan cara yang lebih analitis.
  • Mendemonstrasikan bagaimana penalaran berbasis bukti dan matang dapat meningkatkan analisis dan pengambilan keputusan.
  • Mengumpulkan, menafsirkan, dan mengevaluasi data dengan pikiran terbuka serta kesadaran akan bias.
  • Mendemonstrasikan bagaimana kerangka pemikiran analitis dapat dimanfaatkan untuk menguraikan masalah kompleks dan mengidentifikasi solusi.

Kriteria Penyelesaian

Pelajaran ini dilengkapi dengan penilaian akhir. Anda harus mendapatkan skor 80% atau lebih pada penilaian untuk menyelesaikan pelajaran ini.

Anda telah memenuhi syarat untuk menyelesaikan pelajaran ini. Sekarang Anda dapat meninjau konten atau keluar pelajaran.

Pelajaran ini juga dilengkapi tes awal opsional. Apabila Anda lulus, Anda dapat melewati konten pelajaran dan penilaian akhir serta keluar dari pelajaran.

Anda dapat melewati tes awal dan langsung membaca kontennya, jika Anda menghendaki demikian.

Elemen Inti Pemikiran Analitis

Model 4 langkah


Agar berhasil menggunakan pemikiran analitis, disarankan untuk mengikuti pendekatan terstruktur saat menyelesaikan masalah atau membuat keputusan.

Model 4 langkah berikut dapat digunakan untuk mengikuti proses pada setiap masalah atau setiap keputusan.

Mendefinisikan Masalah
Mengumpulkan Data
Menganalisis & Menguji
Menyimpulkan & Mengomunikasikan

Mendefinisikan Masalah

Sebelum mengidentifikasi solusi, masalah harus didefinisikan. Hal ini mengharuskan kita mengajukan pertanyaan yang tepat guna menentukan isu inti dan membantu memahami hal yang perlu diselesaikan.

Untuk menggali lebih dalam dan menyelidiki penyebab, kita perlu mengajukan pertanyaan seperti: Apa yang menyebabkan kinerja buruk, dan apa yang harus kita lakukan mengenai ini?

Untuk menemukan penyebab ini, kinerja yang diharapkan dan kinerja aktual perlu diidentifikasi. Klarifikasi di awal dapat mencegah pengumpulan data yang tidak terarah dan memastikan adanya fokus terhadap masalah aktual. Hal ini juga memudahkan kita memahami dan mengomunikasikannya. Pertanyaan terfokus juga memastikan bahwa risiko penyimpangan atau gangguan lebih kecil karena volume data.

Apa data dan asumsi yang sekiranya penting?

Mengumpulkan Data

Setelah masalah diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan informasi terkait.

Hal ini mencakup menentukan data atau bukti apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan lalu mengumpulkan fakta tersebut. Asumsi apa pun yang dibuat harus dicantumkan.

Mengumpulkan fakta memerlukan ketelitian dan fokus yang tinggi. Mudah untuk mengambil terlalu banyak data (setiap pergerakan harga saham) atau terlalu sedikit data (hanya angka pengembalian total). Kuncinya di sini adalah mengoptimalkan data yang relevan.

Pendekatan yang bermanfaat adalah membuat kategori untuk menjaga segala sesuatu tetap tertata dan terstruktur. Salah satu alat bantu analitis yang dapat membantu hal ini adalah kerangka Saling Mengecualikan, Lengkap Menyeluruh (Mutually Exclusive, Collectively Exhaustive/MECE), yang akan kita pelajari di Bagian 4: Kategorisasi.

Aspek penting dari langkah mengumpulkan data adalah perlunya menghindari pendapat atau bias. Cobalah melihat beberapa perspektif dari sumber yang berbeda dan, jika relevan, dengarkan pandangan berbagai pemangku kepentingan. Setelah Anda mengumpulkan informasi yang Anda perlukan, Anda siap menganalisisnya.

Menganalisis & Menguji

Langkah selanjutnya dari proses mencakup analisis itu sendiri. Sekarang kita perlu mempelajari data untuk menemukan pola, penyebab, dan wawasan.

Untuk melanjutkan, pilih panah di sebelah kanan untuk mempelajari lebih lanjut.

 

Analisis

Ada beberapa alat bantu analitis yang dapat kita gunakan untuk melakukan hal ini secara efektif. Kita akan membahas hal ini lebih dalam nanti di pelajaran ini.

Analisis yang efektif memerlukan kemampuan pemikiran kritis dan mengatasi bias. Yang juga penting adalah, data dapat dikategorikan dengan benar sehingga dapat diatur secara efektif.

Hal ini juga memerlukan identifikasi akar permasalahan untuk masalah yang kita coba analisis. Selain itu, kita harus terampil dalam menyintesis dan mengidentifikasi wawasan utama dari data.

 

Empat Keterampilan

Berikut adalah empat keterampilan yang akan kita bahas nanti di pelajaran ini:

  1. Pemikiran Kritis
  2. Kategorisasi
  3. Analisis Kausal
  4. Pengumpulan dan Sintesis
 

Pengujian

Selama analisis, kita juga dapat menguji pemikiran kita. Kita perlu menanyakan penemuan kita, mencari bukti yang mendukung atau menentangnya, dan mungkin melakukan eksperimen kecil.

 
 

Menyimpulkan & Mengomunikasikan

Sekarang, setelah kita mendapatkan wawasan, apa langkah selanjutnya?

Meskipun analisis membantu kita mengartikan hal yang sedang terjadi, analisis tidak cukup untuk memahami situasi. Kita harus dapat mengambil kesimpulan dan mengomunikasikan kesimpulan tersebut dengan jelas dan yakin.

Saat kita mengidentifikasi akar permasalahan dan mengelola data dengan benar, kita dapat menyintesiskan hal yang paling penting serta mengubah wawasan menjadi tindakan. Lalu kita harus menyampaikan rekomendasi dengan jelas, singkat, dan menarik, baik kepada klien, manajer, maupun komite.

Struktur sangat penting saat kita mengomunikasikan. Salah satu pendekatan paling efektif adalah metode Bottom-Line Up Front. Orang-orang tidak ingin menggali wawasan; mereka ingin poin utama secara langsung.

Kejelasan membangun kepercayaan saat menyampaikan informasi. Jangan sembunyikan wawasan di balik jargon atau penjelasan yang sangat panjang. Sekalipun orang-orang tidak dapat mengikuti setiap perincian analisis Anda, dengan pesan yang jelas dan tegas, pemikiran Anda akan dipercayai. Gunakan butir poin atau visual untuk menyoroti logika Anda dan pimpin dengan rekomendasi utama Anda, buatlah hal ini menjadi hal pertama yang mereka dengar atau lihat.

Ingatlah Prinsip Pareto (aturan 80/20). Dalam analisis, 80% nilai biasanya dihasilkan dari 20% upaya. Tujuan Anda adalah untuk mengidentifikasi beberapa faktor yang mendorong dampak terbesar.

4 Langkah dalam Praktik

Mari kita lihat bagaimana 4 langkah diterapkan dalam skenario aktual:

Portofolio investasi klien berkinerja buruk dibandingkan dengan tolok ukurnya. Sepertinya kinerjanya buruk di indeks pasar selama tiga kuartal berturut-turut.

Untuk melanjutkan, pilih setiap langkah untuk mempelajari lebih lanjut.

Mendefinisikan Masalah
Mengumpulkan Data
Menganalisis & Menguji
Menyimpulkan
Mengomunikasikan

Mendefinisikan Masalah

Dari skenario, kita perlu menetapkan dan mendefinisikan masalah. Yang ditemukan bukan masalahnya, tetapi gejala. Mengajukan beberapa pertanyaan dapat membantu mengungkapkan masalah.

Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan meliputi: ‘Mengapa portofolio berkinerja buruk dan bagaimana cara kita memperbaikinya?’ atau ‘Bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja portofolio kuartal selanjutnya?’

Kembali lagi ke contoh, kita sekarang dapat mengubahnya menjadi: ‘Portofolio klien tertinggal dari tolok ukurnya sebesar 3%. Kita terlu menentukan alasan hal ini terjadi dan tindakan apa yang akan meningkatkan kinerja sekaligus menyelaraskan diri dengan tujuan klien.’

Hal ini secara eksplisit menyatakan kesenjangan (kinerja buruk sebesar 3%) dan menetapkan dua tugas:

  • Diagnosis penyebab
  • Rekomendasi tindakan

lanjut ke tombol selanjutnya

Mengumpulkan Data

Setelah masalah kita diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data yang diperlukan.

Untuk kasus portofolio kita, langkah ini meliputi pengambilan perincian portofolio dan metrik kinerja: alokasi aset, pengembalian investasi individu, profil risiko, kondisi pasar saat ini, biaya, perubahan apapun dalam strategi, dll.

Anda juga akan mengumpulkan data tolok ukur untuk perbandingan (karena kinerja buruk diukur melalui perbandingan dengan data tolok ukur ini).

Ingat bahwa pendapat atau bias harus dikesampingkan. Cukup kumpulkan informasi yang dapat membantu mengatasi pertanyaan ‘Apa data dan asumsi yang sekiranya penting?’.

lanjut ke tombol selanjutnya

Menganalisis & Menguji

Setelah Anda memiliki semua informasi yang diperlukan, maka informasi ini siap untuk dianalisis.

Mengapa?

Dalam kasus contoh kita, kita perlu menentukan hal yang menyebabkan kinerja buruk. Analisis memastikan kesesuaian strategi Anda terhadap sasaran Anda. Peninjauan yang cermat terhadap informasi yang dikumpulkan dapat mengungkap area yang dapat mengurangi risiko atau meningkatkan keuntungan.

Berbagai alat bantu dapat digunakan untuk menganalisis kinerja buruk portofolio. Contoh alat bantu tersebut meliputi:

  1. Morningstar Direct
    Memerinci keuntungan untuk mengetahui apakah kinerja buruk diakibatkan oleh alokasi aset, paparan sektor, atau pemilihan keamanan.
  2. RiskMetrics
    Menilai apakah profil risiko portofolio sesuai dengan tujuan dan tolok ukur klien.
  3. Excel
    Memeriksa, apakah biaya yang tinggi atau ongkos perdagangan, mengurangi keuntungan.

Menggunakan alat bantu
Kemungkinan wawasan yang kita dapatkan setelah menerapkan alat bantu analisis dapat berupa:

‘Portofolio dengan kinerja buruk sebagian besar disebabkan oleh kehati-hatian yang disengaja namun berlebihan (tingkat kas yang tinggi), transaksi yang berpusat pada sektor/saham yang anjlok, dan biaya berkala. Hal ini dipengaruhi oleh bias dan kurangnya tindakan perbaikan.’

Kita perlu mampu menguji pemikiran kita selagi melakukan analisis. Misalnya, pada “pengujian”, Anda dapat menghitung:

‘Seandainya kita punya kas 5% sesuai tolok ukur dan jika kita membatasi saham A ke bobot yang lebih kecil, seberapa besar keuntungan yang seharusnya kita dapatkan?’

Jika perhitungan tersebut menunjukkan bahwa portofolio tersebut seharusnya sesuai atau melampaui tolok ukur, perhitungan tersebut secara kuantitatif memvalidasi penyebab yang kita identifikasi (pemilihan kas dan saham).

lanjut ke tombol selanjutnya

Menyimpulkan

Dengan analisis kita, kita dapat memahami apa yang sudah terjadi. Selanjutnya, kita perlu menarik kesimpulan dan menyampaikan pemikiran ini dengan jelas dan penuh percaya diri.

Mari kita ambil contoh:
Jika Anda menemukan bahwa kinerja buruk portofolio berasal dari “kepemilikan kas dan konsentrasi yang berlebihan pada satu sektor”, apa solusi yang Anda sarankan?

Anda mungkin menyarankan penyeimbangan ulang: mengurangi kas hingga 5–10%, berinvestasi ulang ke reksa dana saham atau obligasi yang beragam berdasarkan profil risiko, serta memangkas porsi saham teknologi dari 10% menjadi 5%.

Anda juga dapat mengajukan proses peninjauan per kuartal untuk menjaga keseimbangan alokasi sepanjang waktu.

Setiap rekomendasi berkaitan secara langsung terhadap penyebab — kurangnya investasi, konsentrasi berlebihan, atau kesenjangan proses — sehingga membuatnya berbasis bukti.

Konteks adalah segalanya. Jika klien sangat tidak ingin mengambil risiko, Anda bertugas untuk menyampaikan bahwa mempertahankan kepemilikan kas dapat meningkatkan risiko seiring waktu, karena nilainya akan berkurang secara perlahan karena inflasi. Anda dapat menunjukkan data yang membuktikan bahwa strategi investasi yang moderat pun dapat meningkatkan kinerja.

Anda memiliki sasaran untuk menyajikan trade off dan menunjukkan bahwa rekomendasi Anda tidak hanya logis, melainkan juga tepat bagi mereka.

lanjut ke tombol selanjutnya

Mengomunikasikan

Setelah Anda memiliki kesimpulan, Anda perlu menyampaikannya kepada klien. Menggunakan metode Bottom-Line Up Front, awali dengan kesimpulan dan ikuti dengan penjelasan.

Misalnya:
‘Saya menyarankan untuk menyeimbangkan ulang portofolio dengan mengurangi kas dari 20% menjadi 5%, berinvestasi ulang ke berbagai reksa dana saham, dan memotong saham XX dari 10% menjadi 5%. Ini dapat meningkatkan kinerja dan pengelolaan risiko yang lebih baik.’

Lalu jelaskan alasannya:
‘Portofolio ini memiliki kinerja buruk karena disimpan terlalu banyak dalam bentuk kas dan terlalu berpusat pada sektor yang menurun kinerjanya. Mengerahkan ulang kas dan diversifikasi akan membantu menarik lebih sisi atas dan mengurangi risiko sisi bawah. Analisis kami menunjukkan adanya perkiraan pertambahan sebesar +3% pada keuntungan, dan dengan peninjauan per kuartal, kesenjangan yang serupa akan dapat dicegah ke depannya.’

Menyajikan kesimpulan, diikuti dengan alasan dan bukti. Dengan struktur ini, pemangku kepentingan yang sibuk dapat menangkap pesan inti dalam sekejap dan mempelajari selengkapnya jika mereka menginginkannya. Pastikan setiap rekomendasi yang disampaikan berkaitan dengan analisis.

Berikutnya

Setelah Anda mempelajari cara menyintesis dan mengomunikasikan temuan secara efektif, mari mempelajari lebih dalam tentang salah satu keterampilan terpenting di balik analisis yang luar biasa.

Dalam bagian selanjutnya, Anda akan mempelajari tentang kekuatan pemikiran kritis.

Pemikiran Kritis

Kebiasaan Praktis

Satu asumsi yang bias dapat menyebabkan pinjaman yang sulit dipulihkan, risiko yang terlewat, atau kehilangan klien. Untuk menghindari hal ini, kita memerlukan kebiasaan yang terus mengasah pemikiran kita.

Mari berfokus pada empat kebiasaan praktis yang perlu Anda pertimbangkan.

Untuk melanjutkan, pilih setiap kebiasaan untuk mempelajari lebih lanjut.

Apa yang saya anggap remeh?
 

Kebiasaan 1: Memastikan Asumsi

Asumsi adalah keyakinan yang kita anggap sebagai fakta yang sering kali tidak didasarkan pada bukti. Apabila tidak dipastikan, asumsi dapat menghambat analisis. Pemikir kritis mencetuskan asumsi dan mengujinya.

Ketika menentukan masalah atau mengumpulkan data, tanyakan:
‘Apa asumsi yang saya buat?’

Tulis asumsi yang ada, lalu validasi atau revisi asumsi ini. Saat terlintas pemikiran bahwa ‘X pasti benar’ atau ‘Kita harus melakukan Y’, berhenti dan pertanyakan. Misalnya, pejabat kredit mungkin berasumsi bahwa ‘harga properti tidak akan pernah anjlok di sini’. Keyakinan ini terbukti salah pada 2008. Pemikir kritis akan bertanya, ‘Apa ini didukung data? Bagaimana jika salah?’

Anda mengurangi titik buta setiap kali Anda berhenti untuk menguji asumsi. Tanyakan: ‘Apa fakta yang harus benar agar asumsi ini valid? Apa hal yang kita asumsikan yang, semisal salah, akan mengubah kesimpulan kita?’

Apa yang membuktikan bahwa saya salah?
 

Kebiasaan 2: Mencari Bukti Penyangkal

Kita semua memiliki bias konfirmasi, yakni kecenderungan untuk memihak data yang mendukung pendapat kita. Setelah kita membentuk pandangan, seperti ‘masalahnya ada di teknologi’ atau ‘klien ini konservatif’, kita akan menyaring informasi sesuai pandangan ini.

Untuk berpikir secara kritis, kita harus sengaja mencari bukti penyangkal. Tanyakan kepada diri sendiri ‘Apa yang salah di saya? Apa penjelasan lainnya?’

Dalam praktik:

Cari data yang bertentangan dengan teori Anda.

Minta pandangan yang berbeda:

‘Ini kesimpulan saya. Apa bukti yang menyangkalnya?’

Uji alternatif:

‘Mungkin ini disebabkan oleh biaya. Apa yang terjadi jika saya menghapus penyebabnya?’

Tujuannya adalah untuk mencegah Anda mengambil potongan informasi yang hanya mendukung Anda. Jika analisis Anda masih valid setelah Anda menantangnya, maka bagus. Jika tidak, sesuaikan. Dalam perbankan, kebiasaan ini melindungi dari pinjaman yang sulit dipulihkan dan rasa percaya diri berlebihan. Kita perlu kerendahan hati untuk melakukannya, tetapi proses ini selalu memperkuat penilaian Anda.

Apa yang mungkin terjadi versus apa yang pasti terjadi?
 

Kebiasaan 3: Pikirkan Kemungkinan, Bukan Kepastian

Bankir senantiasa bergulat dengan ketidakpastian karena pasar, klien, dan ekonomi terus berubah. Pemikir kritis menerima ketidakpastian dan menghindari kepastian yang salah.

Memikirkan kemungkinan berarti berkata, ‘Ada kemungkinan besar bahwa X akan terjadi, tetapi Y juga dapat terjadi’. Alih-alih berkata ‘Ini pasti sukses’, katakan ‘Ada kemungkinan kesuksesan sebesar 75 persen, meskipun ada kemungkinan perubahan kondisi pasar sebesar 25 persen’.

Dengan menguantifikasi kemungkinan, Anda menetapkan harapan yang realistis dan mempersiapkan kontingensi. Misalnya, dalam keputusan kredit, Anda dapat mengatakan ‘Peminjam ini memiliki kemungkinan 95 persen untuk melunasi pinjaman, dengan risiko gagal bayar sebesar 5 persen’. Hal ini membuat penetapan harga dan cadangan menjadi lebih matang.

Pembuat peraturan menghargai penalaran semacam ini karena ini mencerminkan risiko dunia nyata. Menggunakan kata-kata seperti ‘kemungkinan’, ‘kemungkinan kecil’, atau ‘50/50’ mengubah cara berpikir Anda. Anda menjadi lebih fleksibel, tidak mudah terkejut, dan lebih siap.

Pemikiran probabilitas membangun sikap rendah hati secara intelektual. Anda mengakui bahwa Anda mungkin melakukan kesalahan dan menyusun rencana secara tepat.

Apa yang mengganggu pemikiran saya?
 

Kebiasaan 4: Mengidentifikasi Bias

Dalam Kebiasaan 2, kita menyebutkan bias konfirmasi, yakni kecenderungan untuk memercayai data yang sesuai dengan pandangan Anda dan mengabaikan data yang tidak sesuai dengan pandangan Anda. Ini adalah salah satu dari beragam bias yang ada.

Bias ketergantungan pada informasi pertama

Bias ketergantungan pada informasi pertama membuat Anda bergantung pada angka atau gagasan awal. Misalnya, analis mungkin melihat saham yang dahulu dipatok seharga $120 dan menganggap opsi beli $90 murah, dengan mengabaikan perubahan kondisi.

Bias ketersediaan

Bias ketersediaan berarti terlalu menghargai informasi yang mudah diingat. Setelah mendengar keruntuhan ranah fintech, bankir mungkin saja meremehkan semua risiko usaha teknologi.

Efek halo

Efek halo berarti membiarkan satu sifat baik menutupi sifat lainnya, seperti meyakini kekuatan suatu perusahaan hanya karena perilaku CEO-nya mengesankan.

Sifat awas adalah pertahanan terbaik. Gunakan Kebiasaan 1 dan 2 secara bersama-sama untuk mengenali bias ini sejak awal. Terus bertanya ‘Apa asumsi yang saya buat? Sudahkah saya mempertimbangkan hal yang berkebalikan dari asumsi ini? Apa yang memengaruhi pandangan saya saat ini?’.

Anda juga dapat menunjuk devil's advocate pada anggota dalam diskusi tim, yang berperan untuk menantang setiap asumsi dan terus mengasah pemikiran.

Memastikan Asumsi

Mari menggunakan empat kebiasaan untuk menilai ulang temuan kita dari skenario.

Dalam kasus portofolio kita, kita mungkin berasumsi bahwa ‘klien sepertinya setuju dengan strategi ini’ atau ‘ranah teknologi pasti akan segera membaik’. Tetapi, ini hanyalah asumsi.

Ingatlah untuk berhenti sejenak dan menguji asumsi Anda. Ini mengurangi titik buta.

Selama kesimpulan awal, ada asumsi bahwa preferensi kas klien bersifat tetap. Dengan memeriksanya, kita mungkin mengetahui bahwa hal ini tidak disengaja dan mereka akan menghargai saran untuk melakukan investasi ulang. Ini mengubah rekomendasi.

Apa yang saya anggap remeh?
Apa yang membuktikan bahwa saya salah?

Mencari Bukti Penyangkal

Dengan membaca ulang kesimpulan, kita meyakini bahwa ‘terlalu banyak kas menyebabkan kinerja buruk’. Untuk memeriksanya, kita harus menguji apakah portofolio serupa tanpa kas memiliki kinerja yang lebih baik. Atau, jika Anda berpikir bahwa ‘Saham XX merupakan investasi yang buruk’, periksa apakah investasi lainnya tanpa Saham XX memiliki kinerja yang buruk.

Menantang analisis adalah hal yang penting. Proses ini menguji apakah temuan Anda berada di jalur yang tepat, dan jika tidak, maka Anda menyadari bahwa ada hal yang perlu disesuaikan.

Pikirkan Kemungkinan, Bukan Kepastian

Ketika berbicara dengan klien seputar portofolionya, kita harus menyediakan kemungkinan saja dan menghindari menyampaikan kepastian yang palsu.

Meskipun kita menyelesaikan masalah portofolio, Anda sebaiknya berkata, ‘Kita berharap dapat meningkatkan kinerja. Jika kondisi pasar tetap seperti biasa, ada kemungkinan besar kita akan menutup kesenjangan.’

Apa yang mungkin terjadi versus apa yang pasti terjadi?
Apa yang mengganggu pemikiran saya?

Mengidentifikasi Bias

Beralih ke mengidentifikasi bias, mungkin kita segera menyadari bahwa klien telah berpegang pada strategi berbasis kas yang ‘aman’ pada kuartal terakhir, dan kita dapat mempertanyakan apakah logika tersebut masih valid di era pasar yang terus berkembang ini.

Dengan menguak bias ketergantungan pada informasi pertama lebih awal, kita membantu mereka menghindari mengulangi kesalahan dan menyarankan penyeimbangan yang didukung oleh data.

Berikutnya

Dari empat kebiasaan ini, identifikasi kebiasaan yang paling dapat meningkatkan pengambilan keputusan Anda. Praktikkan secara sadar. Seiring waktu, kebiasaan ini akan membantu Anda mengenali kekurangan sebelum berubah menjadi kesalahan dunia nyata. Inilah yang membedakan antara bankir yang baik dengan bankir yang unggul.

Anda telah mempelajari kebiasaan praktis yang dapat mengembangkan dan mengasah kemampuan Anda untuk berpikir kritis. Dalam topik selanjutnya, Anda akan mempelajari pentingnya kategorisasi data.

Kategorisasi

Kerangka Saling Mengecualikan, Lengkap Menyeluruh (Mutually Exclusive, Collectively Exhaustive/MECE)

MECE dikembangkan oleh Barbara Minto, dan merupakan singkatan dari Mutually Exclusive, Collectively Exhaustive (Saling Mengecualikan, Lengkap Menyeluruh). Itu merupakan cara yang lebih keren untuk mengatakan Anda memecah masalah kompleks menjadi beberapa kategori berbeda yang tidak tumpang tindih dan bersama-sama mencakup semua kemungkinan.

Menggunakan MECE memastikan Anda memeriksa semua sudut pandang yang relevan tanpa duplikasi. Contoh sehari-hari dari hal ini adalah saat merencanakan liburan keluarga, Anda dapat mengategorikan biaya sebagai: transportasi, akomodasi, makanan, dan aktivitas.

Berbagai kategori ini tidak tumpang tindih (saling mengecualikan) dan mencakup semua pengeluaran utama (lengkap menyeluruh). Anda tidak akan menghitung makan dua kali atau melupakan biaya transportasi. Pendekatan MECE membantu memastikan setiap pengeluaran diperhitungkan tanpa kebingungan.

Saling Mengecualikan, Lengkap Menyeluruh

Menerapkan MECE

Menggunakan contoh kita sebelumnya, mari kita susun potensi alasan kinerja buruk dan pikirkan kategori luas yang juga akan memuat penyebab khusus.

Untuk melanjutkan, pilih panah untuk mempelajari lebih lanjut.

 

Kategori

Contoh kategori yang juga akan memuat penyebab khusus termasuk:

Faktor Pasar Ekstenal: hal-hal di luar kendali portofolio (misalnya pasar secara keseluruhan atau kinerja sektor).

Faktor Komposisi Portofolio: pilihan yang kita buat dalam membangun portofolio (alokasi aset, pemilihan saham).

Faktor Operasional/Biaya: biaya, pajak, waktu transaksi.

 

Apakah Kategori-Kategori Ini MECE?

Apakah kategori-kategori ini saling asing?

Ya, setiap penyebab tampaknya masuk ke satu golongan.

Lengkap menyeluruh?

Mari kita periksa: setiap alasan kinerja buruk seharusnya disebabkan karena pasar berkinerja buruk di tempat kita berinvestasi, atau investasi kita relatif buruk terhadap pasar, atau biaya memakan keuntungan. Tampaknya hal-hal ini sudah tercakup.

 

Menganalisis Fakta

Sekarang, untuk setiap kategori, kita dapat menganalisis faktanya:

Faktor Pasar Eksternal:
Tolok ukur memberikan keuntungan positif sekitar 6%, mengindikasikan bahwa kinerja pasar secara keseluruhan tidak negatif. Namun demikian, sektor teknologi mengalami tantangan yang signifikan. Jika portofolio kita memiliki bobot lebih di teknologi, faktor eksternal ini akan berdampak buruk pada hasil.

Faktor Komposisi Portofolio:
Ada dua isu:

(1) Alokasi aset:
Posisi kas sekitar 20% dipertahankan, yang relatif tinggi. Mengingat bahwa pasar ekuitas diapresiasi selama periode tersebut, alokasi kas yang lebih tinggi ini—dan paparan ekuitas yang lebih rendah—kemungkinan menyebabkan dampak negatif pada kinerja portofolio secara keseluruhan.

(2) Pemilihan saham:
Portofolio banyak dialokasikan pada sektor teknologi, dengan posisi terkonsentrasi pada saham XYZ, yang turun 15%.

Kinerja memburuk karena alokasi tolok ukur lebih rendah pada teknologi dan portofolio terlalu terkonsentrasi pada satu sektor.

 

Menganalisis Fakta - Lanjutan

Faktor Operasional/Biaya: Biaya sebesar 1,5% per tahun, yang selama 3 kuartal berarti sekitar 1,125%.

Dengan presumsi tolok ukur tanpa biaya. Itu sudah memperhitungkan sekitar ~1,1% selisih kinerja buruk.

Pajak tidak menjadi masalah (rekening bebas pajak), sehingga kita dapat mengabaikannya. Dalam hal waktu, tidak ada perdagangan yang dilakukan, jadi jelas tidak ada kesalahan waktu, meskipun dapat dikatakan bahwa tidak melakukan penyesuaian ulang (misalnya tidak menjual beberapa saham teknologi lebih awal) adalah kesalahan.

 

Analisis Selesai

Sekarang kita memiliki analisis terstruktur: kinerja buruk tampaknya disebabkan beberapa faktor.

Kesenjangan alokasi strategis (terlalu banyak kas), pilihan investasi khusus (alokasi berlebih di sektor teknologi dan satu saham buruk), serta, pada tingkat yang lebih rendah, beban biaya.

Perhatikan bahwa menggunakan kategori memastikan kita tidak melewatkan, katakanlah, dampak biaya saat kita berfokus pada saham. MECE membantu kita melihat secara keseluruhan dan berpikir logis.

 
 

Berikutnya

Setelah Anda memahami kategorisasi data yang Anda kumpulkan, dan potensi penyebab masalah, sekarang Anda siap untuk berlanjut ke alat bantu berikutnya yang digunakan dalam pemikiran analitis: Analisis Kausal.

Analisis Kausal

5 Mengapa

5 Mengapa dikembangkan oleh Sakichi Toyoda, pendiri Toyota Industries.

Tujuannya adalah untuk mengungkap akar permasalahan dengan berulang kali menanyakan ‘mengapa’ hingga Anda menemukan isu mendasarnya.

Teknik ini cukup mudah dilakukan. Anda melihat masalah dan bertanya ‘Mengapa?’ berulang kali (sekitar lima kali) untuk menggali lebih dalam melebihi gejala sampai Anda mengidentifikasi penyebab dasarnya.

Untuk melanjutkan, pilih setiap langkah untuk mempelajari lebih lanjut.

Menanyakan 5 Mengapa: alokasi kas berlebih

Sekarang, mari kita gunakan 5 Mengapa untuk menganalisis dan menemukan inti permasalahan alokasi kas berlebih:

  1. Mengapa portofolio memiliki kas 20% (yang kinerjanya lebih buruk daripada saham)?
    Karena manajer atau klien memutuskan untuk memegang kas daripada berinvestasi lebih banyak di pasar.
  2. Mengapa mereka memutuskan mempertahankan kas 20%?
    Karena mereka tidak yakin tentang pasar dan takut terjadi penurunan (anggap saja ini alasannya).
  3. Mengapa mereka sangat takut terjadi penurunan sehingga mempertahankan posisi kas yang tinggi?
    Mungkin karena klien telah mengalami krisis pasar pada tahun 2020 sehingga mereka sangat menghindari risiko (bias emosional dari pengalaman masa lalu).
  4. Mengapa alokasi tidak disesuaikan saat data menunjukkan pasar mulai pulih?
    Mungkin karena tidak ada yang meninjau kembali alokasi atau tim memiliki bias ketergantungan pada informasi pertama – mereka menanamkan gagasan bahwa “kas 20% adalah bijaksana” dan gagal memperbarui pandangan tersebut saat kondisi berubah.
  5. Mengapa tidak ada yang meninjau kembali asumsi ini?
    Mungkin ini masalah komunikasi – tim bekerja secara autopilot, atau tidak ada pemicu atau proses untuk meninjau alokasi per kuartal.

Akar Permasalahan yang Masuk Akal: alokasi kas berlebih

Kita dapat berhenti di situ, kita telah mengungkap akar permasalahan yang masuk akal: kombinasi antara klien yang menghindari risiko dan bias/kelalaian tim yang menyebabkan sikap terlalu berhati-hati (kas tinggi) yang tidak dikoreksi.

Perhatikan bahwa ‘mengapa’ yang pertama memberikan jawaban di tingkat permukaan (mereka memiliki kas karena mereka berhati-hati).

Pada mengapa yang kelima, kita melihat isu yang lebih dalam: bias psikologis dan kesenjangan proses.

Metode 5 Mengapa membantu menghindari menangani gejalanya saja (‘terlalu banyak kas’) dengan memahami akar permasalahannya.

Menanyakan 5 Mengapa: isu pemilihan saham

Sekarang, mari kita gunakan 5 Mengapa untuk menganalisis dan menemukan inti permasalahan isu pemilihan saham:

  1. Mengapa kita memiliki 25% saham teknologi (dengan satu saham besar)?
    Karena kita meyakini teknologi akan terus berkinerja baik.
  2. Mengapa kita meyakini hal itu?
    Karena tahun lalu teknologi menghasilkan keuntungan sangat baik (bergantung pada kesuksesan belakangan ini, atau mungkin bias konfirmasi).
  3. Mengapa kita tidak mengurangi paparan saat teknologi mulai turun?
    Karena kita meyakini itu adalah penurunan sementara dan tidak ingin menyimpang dari strategi (bisa jadi karena inersia atau bias konfirmasi – melihat yang ingin kita lihat).
  4. Mengapa kita begitu yakin pada satu saham XYZ itu?
    Mungkin klien terikat secara emosional pada saham itu (misalnya itu saham perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya), dan kita berasumsi saham tersebut akan naik kembali.
  5. Mengapa tidak ada pengendalian risiko untuk membatasi satu saham pada 10%?
    Bisa jadi, tidak ada aturan internal, atau manajer memilih untuk menyimpang dari aturan demi menuruti keinginan klien.

Akar Permasalahan yang Masuk Akal: isu pemilihan saham

Penelusuran akar permasalahan ini menunjukkan pengaruh bias kognitif (ketergantungan pada informasi pertama, bias konfirmasi) dan kurangnya disiplin risiko.

Hal ini mengajarkan pelajaran penting: akar penyebab kinerja buruk sering kali bukan hanya peristiwa pasar, tetapi kesalahan pemikiran kita sendiri atau kegagalan proses. Itulah alasan pentingnya pemikiran kritis sebagai ‘pengendalian kualitas’ atas analisis kita.

Analisis Akar Permasalahan


Terkadang 5 Mengapa tidak cukup. Di sinilah teknik Analisis Akar Permasalahan (Root Cause Analysis/RCA) dapat efektif. RCA adalah cara terstruktur untuk melacak masalah kembali ke penyebab mendasar sebenarnya alih-alih gejalanya. Sementara 5 Mengapa sendiri adalah bentuk RCA, ada metode lain, yang lebih mendalam, seperti Diagram Tulang Ikan.

Diagram Tulang Ikan (Ishikawa) dapat berguna untuk isu kompleks dengan banyak faktor pendukung. Diagram ini terlihat seperti kerangka ikan, dengan masalah sebagai kepala dan penyebabnya bercabang seperti tulang. Diagram ini diciptakan oleh Kaoru Ishikawa.

Anda akan memetakan kategori penyebab secara visual (orang, produk, proses, pasar, dll.) dan mendiskusikan kemungkinan penyebab di bawah setiap kategori. Jika masalah lebih kompleks, Anda dapat menggunakan alat bantu ini untuk menjelajahi semua sudut pandang yang mungkin.

Prinsip panduan dari setiap metode RCA adalah mengidentifikasi penyebab pada tingkat sistem.

Analisis Akar Permasalahan: Skenario Portofolio

Dalam kasus portofolio kita, jika kita berhenti pada ‘portofolio berkinerja buruk karena menyimpan terlalu banyak kas dan ada satu pilihan saham yang buruk,’  kita tidak akan mengidentifikasi akar permasalahannya.

Penyebab lebih dalam yang dapat kita temukan mungkin seperti ini.

Pilih setiap bagian ikan untuk mengungkap penyebabnya.

Penyebab 1: Orang

Pola pikir klien yang terlalu berhati-hati dan takut rugi, dibentuk oleh volatilitas pasar pada masa lalu, menyebabkan kepemilikan kas berlebih.

lanjut ke tombol selanjutnya

Penyebab 2: Proses

Tidak ada proses peninjauan per kuartal yang terstruktur untuk menantang alokasi atau memicu penyesuaian ulang saat kinerja menurun.

lanjut ke tombol selanjutnya

Penyebab 3: Peralatan

Alat bantu pemantauan portofolio tidak menandai penyimpangan dari tolok ukur cukup awal untuk mendorong tindakan tepat waktu.

lanjut ke tombol selanjutnya

Penyebab 4: Materi

Data penelitian dan data pasar yang usang memperkuat asumsi konservatif dan menunda langkah-langkah korektif.

lanjut ke tombol selanjutnya

Hasil

Bersama-sama, hal-hal ini mengungkap isu pada tingkat sistem: gabungan antara kesenjangan perilaku, proses, dan umpan balik yang dapat ditangani melalui edukasi klien dan kebijakan peninjauan yang lebih kuat pada masa mendatang.

Pekerjaan akar permasalahan sering kali mengidentifikasi pengungkit kecil yang mengubah hasil besar.

kembali ke tombol ini

1
2
3
4
5

Berikutnya

Setelah Anda memahami kekuatan analisis kausal, sekarang Anda seharusnya menyadari bahwa hal itu dapat menyoroti isu dan bersiap untuk mengambil tindakan. Topik berikutnya akan berfokus pada mengubah data terkumpul, analisis Anda, menjadi tindakan efektif.

Pengumpulan dan Sintesis

Sintesis

Beralih dari analisis ke tindakan adalah tentang sintesis. Ini berarti menyaring analisis kompleks Anda menjadi temuan yang mudah dipahami dan rencana tindakan yang mencakup hal-hal yang harus dilakukan atas temuan tersebut.

Ajukan pertanyaan ini kepada diri Anda sendiri: ‘Dengan semua analisis ini, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Apa satu hal yang perlu diketahui oleh klien atau pembuat keputusan?’ Sintesis adalah seni meringkas banyak perincian menjadi narasi atau poin penting yang jelas.

Mari kita lihat cara kita dapat melakukan sintesis pada portofolio klien kita.

Untuk melanjutkan, pilih panah maju untuk melanjutkan.

 

Contoh Portofolio Kita

Dalam kasus portofolio kita, sintesisnya mungkin berupa:

‘Isu inti merupakan campuran aset portofolio terlalu konservatif dan tidak ditinjau tepat waktu. Untuk memperbaiki ini, kita akan menyeimbangkan kembali tingkat risiko yang tepat dan menerapkan proses peninjauan.’

Kalimat tersebut menangkap esensinya, tanpa mempermasalahkan perincian kecil. Jika Anda memiliki beberapa temuan, Anda memprioritaskannya (mis., penyebab besar vs. penyebab kecil) dan kemungkinan menggabungkannya jika terkait.

 

Menyusun Kesimpulan Anda

Sintesis yang baik seringkali disusun dalam bentuk solusi:

‘Kita menemukan X, sehingga kita harus melakukan Y.’

Susun kesimpulan Anda menjadi rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti. Alih-alih hanya ‘Data menunjukkan kepuasan nasabah kita rendah,’ tambahkan ‘…oleh karena itu kita harus mengimplementasikan A, B, C untuk meningkatkannya.’

 

Membuat
Rekomend​asi

Dalam perbankan, rekomendasi dapat berupa ‘lindungi paparan ini,’ ‘tolak penawaran ini hingga kondisi membaik,’ atau ‘tawarkan klien produk alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka,’ dll., tergantung pada hal yang diungkapkan analisis Anda.

Selalu kaitkan dengan tujuan yang didefinisikan di awal.

 

Paralisis Analisis

Paralisis analisis merujuk ke situasi saat pengambilan keputusan ditunda atau sepenuhnya terhenti karena analisis yang berlebihan atau pemikiran masalah yang berlebihan.

Kita perlu tahu kapan untuk berhenti menganalisis.

Jika data terlalu banyak, jumlah variabel dapat menyebabkan kelebihan informasi dan menyulitkan pengambilan keputusan, yang mempersulit kita memprioritaskan hal penting. Hal ini meningkatkan risiko mengabaikan perincian penting dan membuat kesalahan dalam penilaian.

Kuncinya di sini adalah menguasai seni satisficing. Hal ini berarti memilih opsi yang cukup baik saat Anda memiliki informasi yang cukup, dibandingkan dengan mencoba setiap sudut hingga Anda mengambil ‘pilihan sempurna’.

 
 

Kesimpulan

Saat Anda kembali ke tugas sehari-hari di Citi, kami menyarankan Anda untuk secara aktif menerapkan konsep ini.

Mulai dengan keputusan selanjutnya yang Anda hadapi dan coba ikuti empat langkah tadi. Dengan praktik, hal ini akan menjadi kebiasaan, dan Anda akan menyadari keputusan yang lebih teliti dan dibuat dengan keyakinan yang lebih besar.

Pemikiran analitis adalah keterampilan yang harus diasah terus-menerus. Dapatkan umpan balik setelah Anda menyampaikan rekomendasi. Tanyakan pada manajer atau rekan sejawat Anda, ‘Apakah penalaran saya jelas? Apakah saya melewatkan sesuatu?’.

Seiring waktu, Anda akan mengembangkan reputasi sebagai seseorang yang keputusannya kuat dan direncanakan dengan baik, bahkan saat di bawah tekanan. Itulah ciri khas kepemimpinan dalam perbankan.

Lihat Proses 4 Langkah


Pertimbangkan untuk memiliki daftar periksa di pekerjaan Anda. Sebelum mengirimkan analisis atau membuat presentasi, centang dalam benak Anda tahap-tahap proses 4 langkah ini.

  1. Apakah saya mendefinisikan masalah yang sebenarnya?
  2. Apakah saya mendapatkan data utama (dan bukan hanya mengandalkan asumsi)?
  3. Sudahkah saya menganalisis secara kritis dan logis serta menguji hipotesis saya (dan menantang bias)?
  4. Sudahkah saya bersiap untuk mengomunikasikan kesimpulan, dengan rekomendasi dan poin utama yang jelas?

Jika Anda memiliki keempatnya, Anda dapat merasa percaya diri saat menyampaikan pemikiran analitis, kritis, dan dapat ditindaklanjuti.

Berikutnya

Anda telah mempelajari tentang pemikiran analitis dan cara menggunakannya untuk mengidentifikasi potensi penyebab masalah serta merekomendasikan solusi praktis. Sekarang, mari kita tinjau poin-poin pentingnya.

Poin Penting Utama

Rekap Hal yang Anda Pelajari

Di pelajaran ini Anda mempelajari:

  • Komponen penting pemikiran analitis adalah semua konsep dapat ditindaklanjuti dan dapat menjadi kebiasaan melalui praktik.
  • Bagaimana kerangka dapat digunakan untuk mendalami letak dan alasan terjadinya isu serta menguraikan potensi penyebabnya.
  • Penalaran yang berbasis bukti dan matang mendefinisikan masalah dengan lebih jelas, memberikan wawasan lebih dalam tentang penyebabnya dan pendekatan terstruktur untuk mencapai solusi.
  • Mengumpulkan, menafsirkan, dan mengevaluasi data, tanpa bias dan menjaga pikiran jernih, akan meningkatkan kemampuan Anda dalam pengambilan keputusan.
  • Secara aktif menerapkan konsep dan kerangka yang dieksplorasi akan menajamkan kemampuan Anda untuk memecah masalah kompleks dan mengidentifikasi solusi.

Berikutnya

Sekarang saatnya menguji pemahaman Anda tentang konten dengan menyelesaikan penilaian singkat. Semoga berhasil!

Claire telah mengidentifikasi potensi masalah pada portofolio investasi yang berkinerja buruk. Dia meninjau perincian portofolio, metrik kinerja, data tolok ukur, melakukan analisisnya, dan berencana mengirimkan evaluasinya kepada manajemen senior.

Manakah dari pertanyaan berikut yang BUKAN merupakan aspek dari model 4 langkah pemikiran analitis yang dapat diterapkan Claire untuk menguji pemikirannya dalam skenario ini?

Pilih jawaban terbaik dari kelima opsi, lalu pilih Kirim.

Hanya gunakan tombol tab dan shift untuk mengakses setiap opsi dan tombol Kirim dengan keyboard. Kemudian hanya gunakan tombol Enter atau Spasi untuk memilih salah satu opsi atau tombol Kirim dengan keyboard. Tombol panah atas dan bawah tidak sepenuhnya didukung. Jika pembaca layar menyarankan Anda menggunakan tombol panah untuk mengubah opsi, abaikan saja. Tetap gunakan tombol tab dan shift lalu tombol Enter dan Spasi untuk mengubah opsi. Jika Anda berhenti mendengar pembaca layar, gunakan tombol tab untuk mengatur ulang fokus.

Jason melakukan analisis untuk mengungkap akar permasalahan alokasi kas berlebih dalam portofolio berkinerja buruk. Dia menggunakan metode 5 Mengapa:

1. Mengapa portofolio memiliki kas 20%?
Tim manajemen portofolio memutuskan untuk memegang kas daripada berinvestasi lebih banyak di pasar.

2. Mengapa mereka memutuskan mempertahankan tingkat kas 20%?
Ada ketidakpastian tentang pasar dan ketakutan terjadi penurunan siginifikan.

3. Mengapa ada ketidakpastian dan ketakutan?
Klien mengalami krisis pasar tahun 2020 dan khawatir peristiwa terulang, meskipun data menunjukkan pemulihan pasar.

4. Mengapa alokasi kas tidak disesuaikan mengingat data pasar yang ada?
Tim manajemen portofolio memiliki bias ketergantungan pada informasi pertama–mereka bergantung pada asumsi bahwa ‘20% kas dianggap bijak’ dan gagal memperbarui pandangan tersebut seiring dengan berkembangnya situasi.

5. Mengapa tidak ada yang meninjau kembali asumsi ini?
Tidak ada proses atau kendali untuk memicu peninjauan tingkat alokasi kas secara berkala.

Dapatkah Anda mengungkap kemungkinan akar permasalahan dari analisis ini?

Pilih jawaban terbaik dari ketiga opsi, lalu pilih Kirim.

Hanya gunakan tombol tab dan shift untuk mengakses setiap opsi dan tombol Kirim dengan keyboard. Kemudian hanya gunakan tombol Enter atau Spasi untuk memilih salah satu opsi atau tombol Kirim dengan keyboard. Tombol panah atas dan bawah tidak sepenuhnya didukung. Jika pembaca layar menyarankan Anda menggunakan tombol panah untuk mengubah opsi, abaikan saja. Tetap gunakan tombol tab dan shift lalu tombol Enter dan Spasi untuk mengubah opsi. Jika Anda berhenti mendengar pembaca layar, gunakan tombol tab untuk mengatur ulang fokus.

Sydney tengah menganalisis kinerja portofolio kliennya dan memutuskan untuk menerapkan kerangka MECE (Mutually Exclusive, Collectively Exhaustive) untuk mengorganisasi kemungkinan alasan kinerja yang buruk. Dia membuat tiga kategori.

  • Faktor Pasar Eksternal: Isu di luar kendali portofolio (misalnya pasar secara keseluruhan atau kinerja sektor).
  • Faktor Komposisi Portofolio: Keputusan yang diambil dalam menyusun portofolio (mis. alokasi aset, pemilihan saham).
  • Faktor Operasional/Biaya: Biaya, pajak, waktu transaksi.
Apakah kategori ini memenuhi prinsip MECE?

Pilih jawaban terbaik dari keempat opsi, lalu pilih Kirim.

Hanya gunakan tombol tab dan shift untuk mengakses setiap opsi dan tombol Kirim dengan keyboard. Kemudian hanya gunakan tombol Enter atau Spasi untuk memilih salah satu opsi atau tombol Kirim dengan keyboard. Tombol panah atas dan bawah tidak sepenuhnya didukung. Jika pembaca layar menyarankan Anda menggunakan tombol panah untuk mengubah opsi, abaikan saja. Tetap gunakan tombol tab dan shift lalu tombol Enter dan Spasi untuk mengubah opsi. Jika Anda berhenti mendengar pembaca layar, gunakan tombol tab untuk mengatur ulang fokus.

Manakah pernyataan yang paling mencerminkan pentingnya mengumpulkan, menafsirkan, dan mengevaluasi data dengan pikiran terbuka serta menyadari bias?

Pilih jawaban terbaik dari keempat opsi, lalu pilih Kirim.

Hanya gunakan tombol tab dan shift untuk mengakses setiap opsi dan tombol Kirim dengan keyboard. Kemudian hanya gunakan tombol Enter atau Spasi untuk memilih salah satu opsi atau tombol Kirim dengan keyboard. Tombol panah atas dan bawah tidak sepenuhnya didukung. Jika pembaca layar menyarankan Anda menggunakan tombol panah untuk mengubah opsi, abaikan saja. Tetap gunakan tombol tab dan shift lalu tombol Enter dan Spasi untuk mengubah opsi. Jika Anda berhenti mendengar pembaca layar, gunakan tombol tab untuk mengatur ulang fokus.

Manakah dari pilihan berikut yang merupakan komponen utama pemikiran analitis?

Pilih jawaban terbaik dari keempat opsi, lalu pilih Kirim.

Hanya gunakan tombol tab dan shift untuk mengakses setiap opsi dan tombol Kirim dengan keyboard. Kemudian hanya gunakan tombol Enter atau Spasi untuk memilih salah satu opsi atau tombol Kirim dengan keyboard. Tombol panah atas dan bawah tidak sepenuhnya didukung. Jika pembaca layar menyarankan Anda menggunakan tombol panah untuk mengubah opsi, abaikan saja. Tetap gunakan tombol tab dan shift lalu tombol Enter dan Spasi untuk mengubah opsi. Jika Anda berhenti mendengar pembaca layar, gunakan tombol tab untuk mengatur ulang fokus.

Beranda

Pendahuluan
Elemen Inti Pemikiran Analitis
Pemikiran Kritis
Kategorisasi
Analisis Kausal
Pengumpulan dan Sintesis
Poin Penting Utama
Penilaian

lanjut ke tombol tutup menu

 

lanjut ke tombol tutup